Bupati Kudus: Di Era Kompetisi, Korpri Harus Profesional

14

KUDUS -Usia 46 tahun bukan lagi usia muda. Pada usia tersebut, Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) semakin menunjukkan soliditasnya dengan baik. Dan kini, harus siap menghadapi persaingan pada perubahan zaman.

Demikian disampaikan Bupati Kudus H. Musthofa saat Upacara HUT Ke-46 Korpri di alun-alun Simpang Tujuh, Kudus, Rabu (29/11). Ribuan peserta upacara berseragam Korpri dari berbagai instansi mengikuti upacara dengan khidmat.

Dikatakan Bupati yang juga Dean Pembina Korpri Kudus ini, bahwa zaman berubaha dengan cepat. Termasuk di dalamnya adanya kompetisi/persaingan dengan pihak swasta. Untuk itu dirinya berharap bahwa para PNS jangan hanya kerja monoton.

”Jangan hanya melakukan rutinitas saja. Tetapi harus melakukan yang luar biasa dengan kreativitas dan inovasi,” harap Musthofa para HUT Kopri yang mengambil tema  ‘Kerja Bersama, Setia Sepanjang Masa’ ini.

Mengenai inovasi para aparatur/pegawai yang ada di Kudus, Bupati telah memberikan kebebasan dengan segala fasilitas yang ada. Berbagai gagasan cerdas tersebut tentunya bermuara pada segala kemudahan pelayanan publik.

Hingga kini, ada beberapa organisasi perangkat daerah (OPD) yang mampu menunjukkan kreativitas inovasinya di level nasional. Yakni dengan terpilihnya Kudus sebagai salah satu Top 99 Innovation dari Kemenpan-RB.

Selama kurun waktu hampir sepuluh tahun kepemimpinannya ini, Musthofa memiliki harapan besar untuk mengantarkan pada PNS sebagai anggota Korpri bukan hanya di gerbang keberhasilan, namun bisa mengantarkan secara tuntas.

”Sekarang ini PNS sudah pada tataran profesional. Dengan sistem yang ada, mereka berlomba menunjukkan kinerja terbaiknya,” lanjut Bupati yang juga pembina Asosiasi Auditor Intern Pemerintah Indonesia (AAIPI) wilayah Jawa Tengah ini.

Stabilitas dan kondusivitas Kudus yang tetap terjaga dengan baik tak lepas dari peran Korpri sebagai wadah besar pegawai. Untuk itulah, harus dimanfaatkan dengan baik untuk menata mental para pegawai. Mind set-nya kini telah berubah tentunya semakin baik.

”Kalau dulu ada istilah pintar-bodoh, rajin-malas sama. Di era kepemimpinan saya, semuanya berlomba menunjukkan kinerja yang terbaik. Masyarakatlah yang merasakan manfaatnya dengan layanan yang terbaik,” pungkasnya.(*)