Friday , 23 June 2017

Home » Bupati » Berita » Bupati Kudus Dorong Bordir Kudus Go International

Bupati Kudus Dorong Bordir Kudus Go International

JAKARTA-Indonesia Fashion Week (IFW) 2017  berlangsung meriah di Jakarta, Minggu (5/2). Ajang kreasi busana ini mampu memunculkan  kreasi baru, yang makin menambah  keberagaman desain dan kreatifitas baru. Inilah wujud kerativitas para perancang yang didukung para pelaku fashion di dalamnya.
 
 
Pada ajang IFW tahun ini, Kudus menampilkan tema SAVANA MURIA “The Authentic Kudus Embroidery”. Tema ini menggambarkan Flora Fauna di padang rumput luas. Dengan unsur-unsur yang ada di dalamnya yaitu pesona gunung Muria di Kabupaten Kudus serta filosofi kehidupan alam serta masyarakatnya.
 
 
Savana Muria diangkat menjadi tema diambil oleh keempat desainer berbeda gaya rancang ini. Yaitu Ivan Gunawan, Rudy Chandra, Defrico Audy, dan Ariy Arka yang tergabung dalam Asosiasi Perancang dan Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) DKI Jakarta.
 
 
Keempat desainer tersebut mendapatkan pinangan langsung dari Bupati Kudus H. Musthofa. Tepatnya pada akhir Desember 2016 lalu. Kala itu mereka bersama Bupati mempersiapkan tampilan Kudus di ajang IFW ini sebaik-baiknya. Ini merupakan wujud nyata perhatian Bupati pada pengembangan potensi lokal, termasuk bordir.
 
 
Batik dan bordir yang kaya akan kekhasan Kudus ini telah dikembangkan untuk terus mendunia. Bupati Kudus ingin masyarakat Kudus tak pernah lelah berinovasi dan berkreasi. Tak heran dirinya selalu memberikan support untuk pengembangan UMKM.
 
 
”Jangan pernah berhenti terus berkreasi dan terus belajar. Karena hidup ini kompetisi, harus berjuang untuk menjadi pemenangnya,” kata Bupati yang juga pembina Forum UMKM Jawa Tengah ini.
 
 
Bupati Kudus berharap dengan event tingkat Internasional ini mampu menggugah perancang lokal untuk berinovasi sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan pengusaha bordir yang tentunya juga meningkatkan karyawan di sektor ini.
 
 
Selain untuk ajang IFW ini, Ivan Gunawan bersama timnya mendapat peran khusus untuk melestarikan dan menciptakan kreasi baru motif bordir kerancang dan pengembangannya. Langkah nyata ke depan dengan menerapkan ke sekolah menengah kejuruan sebagai tenaga ahli bidang kerancang agar siap terjun ke masyarakat. Bahkan perlu  dimasukkan dalam kurikulum intrakurikuler.
 
Pada ajang IFW malam itu, Rudy Chandra mengapresiasi Tari Kretek sebagai potensi Kudus menggambarkan tarian rasa syukur yang menjadi pengantar enam belas busana koleksi ketua APPMI DKI Jakarta pada ajang ini. Sedangkan Ariy Arka menilai bahwa Bordir identik dengan baju Koko yang konservatif untuk busana pria. Kini, perancang mulai mengaplikasikan bordir dalam busana masa kini.
 
 
Sedangkan Defrico Audy melihat bahwa   keelokan pekerja di Kudus yang kuat, gagah namun rupawan serta berhati lembut laksana hutan tropis yang mengering dan tandus menyembunyikan kecantikan tersembunyi tak terbantahkan.

Apresiasi juga diberikan Ivan Gunawan yang mengatakan bahwa busana berdaya pakai tinggi dengan siluet koleksi high fashion menjadi pamungkas sajian Savana Muria. Dengan kejutan meretas rancangan kerancang dan mendorongnya menjadi busana selera papan.

”Padahal ini persiapannya hanya satu bulan saja, lho. Kita mulai merancang bersama Bapak Bupati Kudus akhir Desember lalu di Kudus. Salut untuk Bapak Bupati Kudus yang mengawal kinerja kita,” jelas perancang yang akrab disapa Igun ini.(*)

Bupati Kudus Dorong Bordir Kudus Go International Reviewed by on . JAKARTA-Indonesia Fashion Week (IFW) 2017  berlangsung meriah di Jakarta, Minggu (5/2). Ajang kreasi busana ini mampu memunculkan  kreasi baru, yang makin menam JAKARTA-Indonesia Fashion Week (IFW) 2017  berlangsung meriah di Jakarta, Minggu (5/2). Ajang kreasi busana ini mampu memunculkan  kreasi baru, yang makin menam Rating: 0

Leave a Comment

scroll to top