Friday , 18 August 2017

Home » Bupati » Berita » Bupati Kudus Inginkan Pasar Tradisional Tetap Punya Ruh

Bupati Kudus Inginkan Pasar Tradisional Tetap Punya Ruh

SEMARANG-Pasar tradisional harus dibangun dengan baik agar bersih dan nyaman. Tetapi harus tetap punya ruh agar nilai-nilai budaya dan sosial tetap terjaga. Demikian dikatakan Bupati Kudus saat talkshow live idolafm, Semarang, Selasa (28/2).
Acara Semarang Trending Topic yang digelar rutin ini juga menghadirkan pembicara lain. Diantaranya Bupati Kulonprogo Hasto Wardoyo, Walikota Semarang Hendrar Prihadi, Ketua DPRD Provinsi Jateng Rukma Setiabudi, dan Akademisi Undip Prof. Agus Maladi Irianto.
Dikatakan Bupati Kudus bahwa upaya yang dilakukannya untuk revitalisasi pasar ini adalah untuk meningkatkan kesejahteraan pedagang. Tentunya harus bisa memberikan kenyamanan bagi semua yang terlibat dalam transaksi di pusat belanja rakyat ini.
“Ada tiga aspek terkait revitalisasi pasar tradisional ini. Yaitu aspek fisik, aspek ekonomi, dan aspek budaya,” kata bupati yang juga dewan pertimbangan pedagang pasar Se-Jateng ini.
Secara fisik sudah jelas, yaitu harus tertata dengan baik, aman, dan nyaman. Sedangkan aspek ekonomi harus bisa memberikan kontribusi positif bagi peningkatan kesejahteraan. Di sinilah peran pemerintah dibutuhkan.
“Negara/pemerintah harus hadir untuk memfasilitasi optimalisasi pasar sebagai jantung perekonomian rakyat,” katanya.
Sedangkan aspek ketiga yaitu budaya yang mengandung arti bahwa ada nilai-nilai budaya yang harus tetap terjaga. Secara kasat mata yaitu adanya interaksi secara langsung antara penjual dan pembeli.
Ditambahkan oleh bupati yang juga pembina Forum UMKM Jawa Tengah ini, bahwa dalam revitalisasi pasar dirinya berpedoman pada 4T. Yaitu, tepat aturan, tertib administrasi, tepat sasaran, dan tepat manfaat.
“Kami melibatkan pedagang dalam penataan pasar. Sehingga 35 pasar tradisional yang ada di Kudus bisa memberikan manfaat secara nyata,” imbuh bupati yang berupaya mengembangkan UMKM dengan temu dagang ini.
Sementara itu, Hasto Wardoyo berupaya mengangkat produk dari daerahnya. Yaitu dengan bela beli Kulonprogo. Termasuk mengakuisisi pasar modern menjadi toko milik rakyat yang dikelola dan menghasilkan keuntungan untuk rakyatnya.
Senada dengan Bupati Kudus, Hendi mengatakan bahwa untuk merevitalisasi pasar tradisional dirinya menggunakan APBD/N. Sehingga pengelolaan pasarnya ada di tangan pemkot yang secara otomatis tidak dikomersilkan.
Unik lagi dengan yang dikatakan Rukma. Dirinya mengaku ada nilai-nilai budaya yang tidak didapatkan di pasar modern. Salah satunya yaitu kesempatan untuk saling mengenal dan yang unik, ketika mau membeli jajan/makanan dirinya bisa icip-icip.
Sedangkan Prof. Agus Maladi menyebut pasar tradisional ada nilai srawung budaya. Yaitu tidak adanya hierarkis, adanya resiproksitas, dan adanya kepercayaan antara penjual dan pembeli.
Hadir dalam acara itu adalah pengamat ekonomi Prof. Andreas Lako. Dirinya memberikan apresiasi atas revitalisasi pasar yang dilakukan pemda. Semuanya harus bisa memberikan dampak positif bagi perekonomian.(rg)
Bupati Kudus Inginkan Pasar Tradisional Tetap Punya Ruh Reviewed by on . SEMARANG-Pasar tradisional harus dibangun dengan baik agar bersih dan nyaman. Tetapi harus tetap punya ruh agar nilai-nilai budaya dan sosial tetap terjaga. Dem SEMARANG-Pasar tradisional harus dibangun dengan baik agar bersih dan nyaman. Tetapi harus tetap punya ruh agar nilai-nilai budaya dan sosial tetap terjaga. Dem Rating: 0

Leave a Comment

scroll to top