Pelantikan Kades AW Kedungdowo

KUDUSĀ Setelah pelantikan, itulah saat mulai bekerja. Itulah prinsip yang dipegang Bupati Kudus H. Musthofa. Begitu pula bagi kepala desa (kades) harus bisa melayani seluruh warganya selama 24 jam.

Hal ini dikatakannya saat pelantikan kades antarwaktu (AW) Kedungdowo, Kaliwungu di pendopo kabupaten, Kamis (11/1). Acara ini dihadiri pejabat utama dan kepala OPD Pemkab Kudus, Camat, perangkat desa, serta BPD dan tokoh masyarakat Kedungdowo.

Bupati ingin pelayanan masyarakat yang sebaik-baiknya. Kades yang baru dilantik harus bisa melayani siapapun warganya tanpa membedakan. Untuk itulah Bupati berpesan pintu rumahnya harus selalu terbuka bagi kepentingan masyarakat.

“Monggo Pak Kades, ‘buang’ saja pintu rumahnya. Karena harus selalu terbuka untuk masyarakat,” pesan Bupati pada Kades AW Kedungdowo Malkan.

Malkan terpilih dalam musyawarah desa menggantikan Kades sebelumnya yang meninggal sebelum berakhir masa jabatannya. Kades AW ini melanjutkan masa jabatan kades definitif hingga 17 Desember 2019.

Lebih lanjut bupati juga berpesan agar kades AW ini bersinergi dengan semua elemen masyarakat. Maka tidak salah ketika bupati mewajibkan Malkan rajin bersilaturahmi dengan tokoh setempat, termasuk camat dan muspika.

“Kesejahteraan warga adalah tanggungjawab kades. Maka kades harus mengetahui segala permasalahan di desa,” imbuhnya.

Kekompakan dengan elemen Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dan masyarakat itulah menjadi modal utama untuk membangun desa. Di akhir sisa masa jabatannya, Bupati ingin seluruh desa dalam kondisi yang baik.

“Termasuk kades juga harus ikuti aturan. Diantaranya, kalau tidak paham terkait ADD, ada Dinas PMD yang siap membimbing,” pesan bupati yang tidak ingin kadesnya tersangkut persoalan hukum ini.

Sementara itu, Malkan yang baru saja dilantik menyatakan siap untuk bekerja yang terbaik dan melayani masyarakat. Dia juga akan melaksanakan kebijakan dan program bupati dalam mewujudkan visi dan misi bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.(*)