Panen Raya Bersama Menteri Pertanian

KUDUS Kudus adalah salah satu lumbung padi di Jawa Tengah. Dengan panen triwulan 1 tahun 2018 seluas 10.213 ha, Kudus mampu swasembada pangan/surplus produksi beras. Untuk itulah, Bupati Kudus H. Musthofa dengan tegas menolak adanya impor beras.

Hal ini disampaikannya ketika panen raya di Desa Berugenjang, Undaan, Selasa (23/1) bersama Menteri Pertanian Dr. Ir. H. Andi Amran Sulaiman, MP. Pada acara tersebut juga dihadiri Aster KSAD, Anggota DPD RI, Bulog, KPPU, Deputi Menko, dan Forkopinda Kudus.

Adanya impor beras, menurut Bupati, berpotensi menurunkan pendapatan para petani. Padahal Kudus memiliki potensi pertanian yang luar biasa. Pada panen di Berugenjang tersebut memiliki luas lahan 205 ha.

“Saya Bupati pertama di eks-Karesidenan Pati yang menolak impor beras. Agar petani dan masyarakat sejahtera,” katanya di hadapan Mentan.

Bupati merasa dengan kehadiran Mentan ini sangat luar biasa. Karena Dia bisa menyampaikan harapannya tentang penolakan ini. Termasuk hadirnya Bulog bisa disebut sebagai forum untuk mencari solusi terhadap persoalan ini.

“Kesejahteraan petani, adalah kesejahteraan seluruh masyarakat,” imbuhnya.

Terlebih dengan dibangunnya bendungan Logung merupakan solusi peningkatan produktivitas padi. Dia berharap bendungan ini segera rampung dan bisa dirasakan manfaatnya.

Sementara itu Menteri Pertanian mengapresiasi melimpahnya hasil panen di Kudus. Menurutnya Kudus adalah salah satu kabupaten unggulan penghasil padi.

 

“Oleh karenanya, Pemerintah melalui Bulog akan menampung beras petani dengan harga sesuai HPP. Agar petani juga sejahtera,” kata Andi Amran.

Mentan juga mendengarkan suara dari petani. Salah satunya yang disampaikan Karsono yang mengatakan bahwa pemerintah harus bisa menjaga stabilitas padi yang kini bagus, namun tetap tidak memberatkan konsumen.

“Pemikiran dari petani Kudus ini bagus sekali. Pasti ini karena Bupatinya yang cerdas,” kata Mentan.

Selain itu, Andi mengatakan bahwa pemerintah telah membangun bidang pertanian ini. Yakni melalui pembangunan infrastruktur irigasi, adanya asuransi untuk petani, dan berhasil swasembada pangan.(*)