Bersama Pejabat Eselon 2 dan 3 serta Legislatif

KUDUS -Kepala Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama KudusĀ Bernadette Ning Dijah Prananingrum mengapresiasi Pelaporan SPT Tahunan PPh orang pribadi dari Bupati Kudus H. Musthofa. Pasalnya, bupati satu dekade ini melaporkan SPT tahunan yang pertama di Indonesia.

“Bahkan yang unik, Pak Bupati bukan hanya sendiri, tetapi bersama para pejabat eselon 2 dan eselon 3,” kata perempuan yang akrab disapa Ning ini di pendopo kabupaten Kudus, Selasa (6/2).

Pada umumnya, para pelapor SPT akan melaporkan pada pertengahan Maret. Namun Bupati Kudus bersama para pejabat dan perwakilan legislatif ingin menunjukkan contoh yang baik pada seluruh masyarakat.

“Ini contoh yang baik terhadap pemerintahan, masyarakat, dan pengusaha, bahwa Pak Bupati patuh dalam perpajakan,” tambahnya yang menyebut capaian pajak di Kudus baru 60 persen ini.

Untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat tentang perpajakan, pihaknya melakukan jemput bola. Yakni melakukan sosialisasi hingga ke desa. Dan mendapat respons positif dari masyarakat.

Sementara itu, Bupati Kudus H. Musthofa menyebut langkah yang diambilnya bersama para eksekutif dan legislatif ini karena kesadaran. Yakni sadar akan pajak sebagai kewajiban dan tidak perlu lagi ditunda.

“Dan saya mendorong masyarakat untuk patuh terhadap kewajibannya dengan penuh kesadaran,” kata Bupati.

Pemerintah daerah juga berperan dalam upaya ini. Yakni mendukung upaya jemput bola hingga kecamatan dan desa. Asisten Penerintahan Sekda segera melakukan koordinasi dengan camat dan kades/lurah.

“Semua masyarakat harus paham dan sadar. Termasuk upaya kami adalah mengintegrasikan pajak dengan pengurusan perizinan,” pungkasnya.(*)