Kebijakan Solusi Atasi Pengangguran di Indonesia

KUDUS- Konsep link and match akan berjalan optimal ketika ada keseriusan dari pemangku kebijakan. Dalam hal ini adalah kebijakan pemerintah untuk mendukung relevansi kualitas lulusan sekolah dengan kebutuhan industri.

Di Kudus, pengembangan sekolah vokasi (SMK) benar-benar dilakukan serius. Optimalisasi ini tidak bisa dilakukan sepihak. Namun butuh keterlibatan pihak ketiga/perusahaan dalam menyiapkan SDM yang kompetitif sesuai kebutuhan industri.

Setelah sepuluh tahun berinovasi dalam pengembangan SMK, kini Bupati Kudus H. Musthofa mulai menuai hasilnya. Bukan untuk dirinya, melainkan masa depan anak-anak Kudus yang lebih baik menjadi targetnya untuk tujuan lebih besar yakni peningkatan kesejahteraan.

Secara khusus, Bupati 2 periode itu mengundang para pelaku di dunia pendidikan dalam jamuan makan malam apresiasi pendidikan. Ratusan guru guru, siswa berprestasi, alumni siswa yang sudah bekerja, serta kalangan pendidik lainnya hadir.

Pada malam apresiasi pendidikan yang digelar di Pendopo Kab. Kudus, Kamis (3/5), Muhammad Sa’dun, Salah seorang siswa SMK Wisudha Karya mengaku beruntung bisa menikmati pendidikan vokasi di Kudus. Kualitas tenaga pendidik dan segala fasilitas pendidikannya, kini berbeda dari sepuluh tahun sebelumnya.

“Saya mengucapkan terima kasih pada Bapak Bupati Musthofa. Karena telah mewujudkan pendidikan yang berkualitas,” kata Sa’dun yang ketika belum lulus telah diterima kerja di Setiawan Group Jogja.

Sa’dun bersama teman-temannya juga tidak perlu repot-repot menenteng ijazah seusai lulus untuk mencari pekerjaan. Tetapi lulusan SMK yanc memiliki kompetensi akan mendapat tawaran kesempatan dan dipesan perusahaan meski belum lulus.

“Dengan program dari Pak Musthofa, kami tidak mencari perusahaan, tetapi perusahaanlah yang mencari kami,” katanya penuh percaya diri.

Hal senada diungkapkan Dienaar Rarastiti Widyaningrum asal SMA 1 Kudus. Menurutnya yang dilakukan Pemkab Kudus berdampak positif terhadap kemajuan pendidikan di Kudus. Banyak hal positif yang telah dirasakannya.

“Terima kasih atas support Bapak Bupati. Saya mohon doa restunya untuk sukses pada jenjang pendidikan yang lebih tinggi,” kata Dienaar yang merupakan anggota Paskribra Nasional tahun 2017 ini.

Bupati Kudus H. Musthofa mengaku bangga dengan anak-anak Kudus. Selain prestasi akademis yang ditorehkan di level nasional dan internasional, siswa-siswi Kudus juga memiliki mental dan kepercayaan diri yang kuat. Hal ini sebagaimana ditunjukkan oleh Sa’dun dan Dienaar.

Oleh karenanya, melalui acara ini Bupati ingin memberikan penghargaan atas prestasi siswa dan tenaga pendidik di Kudus. Dia berpesan agar para siswa yang tidak pernah putus asa dan tetap semangat dengan belajar untuk menggapai sukses masa depan.

“Untuk para kepala sekolah dan guru saya menitipkan masa depan anak-anak kami,” harap Bupati yang sukses menjadikan Kudus sebagai paku bumi pendidikan.

Keberhasilan sekolah vokasi merupakan solusi mengurangi angka pengangguran. Apabila di Kudus berhasil dengan sekolah vokasi ini, tentu daerah lain juga bisa melakukan hal serupa.

“Saya berharap ini bisa menjadi inspirasi di tingkat nasional. Sehingga bangsa kita tidak lagi ada persoalan pengangguran dan tenaga kerja,” kata Bupati yang bergelar doktor ilmu sosial ini.(*)