Peringatan Hari Amal Bakti Ke-72

KUDUS Kalau mau belajar tentang toleransi, datanglah ke Kudus. Karena toleransi di kota kretek ini telah terbangun sejak zaman Sunan Kudus. Dan tetap dijaga dengan baik hingga sekarang.

Demikian dikatakan Bupati Kudus H. Musthofa seusai upacara Hari Amal Bakti (HAB) Ke-72 Kemenag di STAIN Kudus, Rabu (3/1). Upacara ini dihadiri FKUB, Jajaran Kemenag, hingga mahasiswa dan pelajar.

Bupati yang bertindak sebagai inspektur upacara mengatakan bahwa lahirnya Kemenag di Indonesia sebagai yang pertama di dunia tahun 1946 adalah mengatur kehidupan beragama. Termasuk membimbing dan membina masyarakat.

“Sehingga ada ketenangan dan kenyamanan dalam beragama. Karena negara hadir untuk memberi jaminan kepastian dan perlindungan,” kata Bupati dua periode ini.

Termasuk pada bidang pendidikan, Bupati berharap dunia pendidikan keagamaan terus meningkatkan kualitas. Selain tetap menjaga budaya dan nilai agama, namun juga mengikuti segala perubahan dan perkembangan termasuk teknologi.

“Jadilah lembaga pendidikan yang kekinian. Bukan hanya kontekstual, tetapi ikuti perkembangan yang ada,” pesannya.

Sesuai tema peringatan HAB tahun ini yaitu ‘Tebarkan Kedamaian’, Bupati menyebut hal ini telah menjadi budaya di Kudus. Karena toleransi sudah mengakar dengan baik di kabupaten dengan penduduk lebih dari 840 ribu jiwa ini.

Pesan ini, lanjutnya, merupakan pesan universal seluruh agama. Karena kedamaian ini adalah pintu menuju maslahat bersama. Dan sudah seharusnya manusia memenuhi panggilan Tuhan sebagai penebar kedamaian dan kesejukan untuk ketenteraman bersama di negeri ini.

“Termasuk bagi para ASN sebagai pelayan masyarakat, lakukan panggilan tugas sebaik-baiknya sebagai implementasi panggilan Tuhan,” harapnya yang terus berupaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.(*)