Bupati Kudus Paparkan Kinerjanya di Hadapan Tim Common Sense Survey EKPPD

KUDUS– Tahun 2016 dan tahun 2017 menjadi titik tolak penting dalam penyelenggaraan pemerintahan. Pasalnya penilaian Evaluasi Kinerja Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (EKPPD) dari Kemendagri menempatkan Kudus masuk dalam 10 besar nasional.

Tepatnya, Kudus ada di posisi delapan pada tahun 2016, dan posisi tiga di tahun 2017 lalu. Dan di tahun 2018 ini (penilaian kinerja tahun 2016), Kudus menjadi nominasi Penghargaan Parasamya Purnakarya Nugraha yang diberikan kepada daerah yang masuk dalam 10 besar nasional penilaian EKPPD tiga tahun berturut-turut.

Tim Verifikasi Common Sense Survey penilaian Parasamya Purnakarya Nugraha ini beranggotakan delapan personel yang berasal dari Ditjen Otda Kemendagri, Setmilpres, serta auditor BPKP. Yang diterima langsung oleh Bupati Kudus H. Musthofa di Kudus, Selasa (27/2).

Dalam paparannya, Musthofa memaparkan bahwa isu strategis pemerintahan adalah meraih tujuan utama yakni kesejahteraan. Yang telah diterjemahkan oleh seluruh OPD di Kudus melalui berbagai program pro-rakyat di bawah kepemimpinannya.

“Ibarat sebuah orkestra, saya ini hanyalah sebagai dirijen. Pemainnya adalah seluruh OPD saya yang telah melayani masyarakat dengan baik,” kata Musthofa yang telah berpengalaman memimpin Kudus selama dua periode.

Capaian kinerja yang tertuang dalam angka juga dipaparkan dengan gamblang. Diantaranya capaian pembangunan sumberdaya manusia, tingkat pertumbuhan ekonomi, termasuk perkembangan besaran APBD. Yang kesemuanya didukung dengan visual mengenai berbagai kebijakan pro-rakyatnya.

“Kami telah berkomitmen untuk melayani masyarakat dari lahir hingga meninggal. Maka inovasi adalah sesuatu yang wajib dilakukan untuk melayani publik,” jelasnya.

Inovasi dimaksud diantaranya mengenai layanan pendidikan dan kesehatan gratis, adanya sekolah vokasi berstandar internasional yang dibangun tanpa APBD, serta berbagai aplikasi untuk kemudahan pelayanan. Yakni K-119 layanan kegawatdaruratan dan Menara untuk kemudahan usulan publik pada pemda.

“Selain layanan digital ini, kami juga tetap mendengar keluhan masyarakat melalui open house setiap Selasa,” imbuhnya yang juga memaparkan inovasi bidang ekonomi rakyat.

Seusai menyimak paparan ini, Ir. Gunawan, MA Direktur Evaluasi Kinerja dan Peningkatan Kapasitas Daerah (EKPKD) Ditjen Otda Kemendagri mengapresiasi berbagai program dan inovasi yang ada. Dia berharap prestasi yang telah diraih tidak hanya berhenti pada capaian ini, melainkan harus ditingkatkan serta melaksanakan tugas penyelenggaraan pemerintahan dengan semakin baik.

“Kabupaten Kudus masuk dalam 10 besar nasional dan sebagai nominasi peraih Penghargaan Parasamya Purnakarya Nugraha pada tahun ini,” jelas Gunawan pada acara yang dilanjutkan penilaian lapangan ke sejumlah OPD.(*)

SHARE
Previous article
Next articleBupati Kudus Serahkan Rastra dan KKS