Bupati Kudus Beri Kenyamanan Pedagang dan Pembeli

KUDUS -Limbah peternakan merupakan bahan buangan dari usaha peternakan yang selama ini juga menjadi salah satu sumber masalah dalam kehidupan manusia. Termasuk penyebab menurunnya mutu lingkungan melalui pencemaran lingkungan.

Efek lain tentunya menggangu kesehatan manusia dan juga sebagai salah satu penyumbang emisi gas efek rumah kaca. Oleh karenanya pembangunan yang ramah lingkungan ada di Kudus. Pasalnya limbah ternak yang ada diolah untuk dimanfaatkan menjadi biogas.

Demikian disampaikan Bupati Kudus H. Musthofa ketika melihat langsung kondisi pasar ternak yang rampung dibangun di tahun 2017 ini, Jumat (22/12). Dengan biaya sebesar Rp. 16,2 miliar dari APBD Provinsi dan APBD Kabupaten ini, pasar ini diharapkannya bisa segera memberikan manfaat.

“Limbah ternak yang ada kita olah menjadi biogas untuk dimanfaatkan kebutuhan di lingkungan pasar,” jelasnya didampingi Kepala Dinas Perdagangan.

Dengan pengolahan semacam ini bisa menjadi percontohan di daerah lain. Sehingga limbah yang ada tidak sekadar dibuang atau hanya menjadi kotoran. Apalagi pasar sangat representatif yang aman dan nyaman.

Selain itu, pasar ini dilengkapi kantor, ruang tunggu, dan ruang kesehatan hewan. Ditambah satu lagi tempat pakan ternak. Pembuangan limbah sudah disediakan instalasi pembuangan air limbah (IPAL).

“Saya ingin semua yang ada di pasar ini nyaman. tanpa khawatir tercemar bau dan sebagainya,” tegasnya tentang pasar seluas 0,87 Ha di atas lahan seluas 2,4 Ha.

Pasar yang berada di Desa Gulang, Mejobo ini mampu menampung sapi sebanyak 360-400 ekor dengan luas 1.080m2. Sedangkan untuk kerbau seluas 324 m2 mampu menampung 110-120 ekor.

Kapasitas tambatan kambing sebanyak 220-250 ekor di area seluas 360 m2. Sedangkan area selasar tambatan bisa dimanfaatkan apabila kapasitas ternak penuh.

“Pasar ternak ini sebagai salah satu kekuatan ekonomi rakyat. Pasar bersih dan nyaman, tentu akan membawa manfaat bagi masyarakat,” pungkasnya.(*)