Untuk Tegaskan Kudus Kota Santri dan Religius

KUDUS Musthofa berharap suasana religiusitas di Kudus kembali marak. Untuk itulah Dia akan menyiapkan kendaraan yang akan berkeliling untuk pemberitahuan seluruh masyarakat ketika datang waktu salat. Yakni bergegas untuk melaksanakan salat dengan meninggalkan pekerjaan sejenak.

”Termasuk waktu magrib, akan kami galakkan gerakan mematikan TV dan HP. Sehingga suasana anak-anak mengaji di musala dan masjid kembali marak sebagai syiar Islam,” Demikian dikatakan Bupati Kudus H. Musthofa saat pengukuhan korwildes Jamiyyah Yasin Fadhilah H. Musthofa Kecamatan Jati yang berlangsung di Graha Mustika Getas Pejaten, Selasa (30/1).

Pengukuhan ini untuk memperkuat organisasi yang diketuai Musthofa selaku Ketua Umum Jam’iyyah. Tentu hal ini menegaskan Kudus sebagai kota santri, kota religius yang penuh toleransi.

Suasana kondusif penuh persaudaraan inilah yang telah terbangun dengan baik tetap dipertahankan oleh Bupati Kudus H. Musthofa. Selama memimpin Kudus dua periode ini, Dia terus menjalin ikatan persaudaran seluruh masyarakat.

Jam’iyyah Yasin Fadhilah H. Musthofa ini telah dimulai dengan ngaji bareng sejak 2014 lalu. Jamiyyah ini secara hukum, resmi terbentuk kepengurusan tingkat pusat dan korwilcam dengan pengukuhan pada akhir 2017 lalu.

“Kita sebagai jamaah adalah dengan niat Lillahi Taala. Jangan ada niatan lain selain ngaji bareng niat karena Allah SWT. Siapapun boleh bergabung, dan organisasi ini tidak terkait urusan politik,” pesan Musthofa.

Lebih lanjut, Musthofa menegaskan bahwa jamiyyah ini berlandaskan pada Pancasila dan UUD 1945. Sehingga secara sah sebagai organisasi yang resmi di Indonesia, dengan mengedepankan toleransi.

Selain ngaji, kegiatan sosial dan kepedulian juga menjadi tujuannya. Karena sebagai manusia sudah seharusnya berjiwa sosial dan saling membantu. Tentu ini akan semakin kuat jika terbentuk kepengurusan secara terstruktur.

“Termasuk tiap tiga bulan sekali kami beri kesempatan untuk jamaah yang beruntung berangkat umroh. Hingga kini sudah ada tujuh orang yang kami berangkatkan,” tambahnya.

Hingga kini, perkumpulan ini telah memiliki puluhan ribu jamaah dengan ratusan pengurus yang tersebar hingga ke desa. Ke depan akan terus diperkuat dengan pengukuhan pengurus di wilayah RT Se-Kabupaten Kudus.

Musthofa juga berpesan kepada seluruh jamaah untuk tetap menjaga persatuan dan persaudaraan. Menurutnya, Kudus ini merupakan milik bersama yang harus dibangun dengan persaudaraan yang kuat dari seluruh elemen masyarakat

Salah seorang pengurus pusat H. Djunaedi mengaku bahwa terbentuknya Jam’iyyah ini merupakan kesempatan untuk berbuat dan beramal salih. Karena menurutnya sangat besar manfaat jamiyyah ini. Bukan hanya pengurus dan anggota, namun seluruh umat dan masyarakat.

“Kami sebagai pengurus tentu juga mengajak seluruh jamaah dengan amar ma’ruf nahi munkar,” kata Djunaedi.(*)