Kirab Bwee Gee Meriah

KUDUS Inilah Kudus yang menjunjung toleransi dan rasa saling menghormati. Seluruh peserta kirab Bwee Gee yang datang, tidak perlu dikhawatirkan mengenai kondusivitas di Kudus. Meski beragam, tetapi masyarakat Kudus tetap menjaga persaudaraan.

Demikian dikatakan Bupati Kudus saat menghadiri ritual Bwee Gee di TITD Hok Hien Bio, Kudus, Minggu (28/1). Acara ritual yang digelar tahunan untuk penghormatan dewa bumi ini berlangsung meriah dengan berkeliling Kota Kudus.

Bupati secara pribadi menyambut hadirnya ribuan orang dari 23 kelompok peserta dari TITD seluruh Indonesia. Diantaranya Jakarta, Indramayu, Surabaya, Tuban, Semarang, Denpasar, dan Manado. Bahkan ada satu peserta asal Malaysia yang beranggotakan 18 orang.

“Selamat datang di Kudus. Inilah Kudus yang tetap menjaga toleransi dengan nyaman. Tidak perlu ada yang dikhawatirkan dengan datang ke Kudus,” kata Bupati menyambut para tamu.

Bupati mengapresiasi acara ritual keagamaan apapun. Termasuk ritual Bwee Gee ini, Dia hadir bersama seluruh pejabat Pemkab Kudus dan Ketua Kantor Kemenag Kudus. Baginya, keragaman di Kudus adalah warna indah yang harus terus dijaga.

“Untuk seluruh tamu, terutama dari Malaysia, silakan singgah lebih lama di Kudus. Nikmati suasana dan segala potensi yang ada di sini,” imbuhnya.

Selama sepuluh tahun memimpin Kudus, Bupati bersama seluruh masyarakat bahu-membahu menjaga Kudus yang aman, nyaman, dan kondusif. Ini merupakan modal utama untuk mewujudkan visinya meningkatkan kesejahteraan dan membangun Kudus pada berbagai sektor.

Ungkapan kenyamanan diberikan oleh kelompok peserta dari Malaysia. Mereka menilai toleransi di Kudus ini luar biasa dan bisa dicontoh daerah lain mengenai keberagaman yang tetap berdampingan secara rukun untuk bersama membangun daerah dan bangsa ini.(*)