KUDUS-Religiusitas Kudus yang telah terbangun dengan baik tetap dipertahankan. Adalah H. Musthofa Bupati Kudus dua periode ini terus menjalin ikatan persaudaran seluruh masyarakat. Dari semua elemen dan berbagai kepercayaan disatukan dalam wadah berlabel toleransi.

Untuk menguatkan sisi religius dari sisi Islami, Bupati membentuk sebuah perkumpulan. Yakni Jamiyyah Yasin Fadhilah yang telah ngaji bareng dan istigasah sejak 2014 lalu. Jamiyyah ini secara hukum, resmi terbentuk kepengurusan dan pengukuhannya pada Minggu (22/10) lalu.

Pengukuhan dilakukan oleh Ketua Umum Jamiyyah Yasin Fadhilah yakni H. Musthofa. Nantinya akan ditindanlanjuti kepengurusan di tingkat kecamatan, desa, dan tingkat RT. Musthofa mengatakan siapapun boleh bergabung dalam jamiyyah ini.

“Karena kita yang ada di sini adalah dengan niat Lillahi Taala. Jangan ada niatan lain selain ngaji bareng niat karena Allah SWT,” pesan Musthofa.

Lebih lanjut, Musthofa menegaskan bahwa jamiyyah ini berlandaskan pada Pancasila dan UUD 1945. Sehingga secara sah sebagai organisasi yang resmi di Indonesia, dengan mengedepankan toleransi.

Selain ngaji, kegiatan sosial dan kepedulian juga menjadi tujuannya. Karena sebagai manusia sudah seharusnya berjiwa sosial dan saling membantu. Tentu ini akan semakin kuat jika terbentuk kepengurusan secara terstruktur.

“Termasuk tiap 3 bulan sekali kami undi untuk jamaah yang beruntung berangkat umroh,” tambahnya.

Salah seorang pengurus pusat H. Djunaedi mengaku bahwa terpilihnya Dia sebagai salah seorang pengurus adalah kesempatan untuk berbuat dan beramal salih. Karena menurutnya sangat besar manfaat jamiyyah ini. Bukan hanya pengurus dan anggota, namun seluruh umat dan masyarakat.

“Kami tentu juga mengajak kebaikan dengan amar ma’ruf nahi munkar,” kata Djunaedi.(*)