Satu-Satunya Bupati di Indonesia

JAKARTA- Prestasi tertinggi diukir Bupati Kudus H. Musthofa. Di tahun terakhir menjabat sebagai Bupati, meraih penghargaan tertinggi dari Presiden RI dalam penyelenggaraan pemerintahan. Yakni Samkaryanugraha Parasamya Purnakarya Nugraha.

Selain Samkaryanugraha Parasamya Purnakarya Nugraha, juga diserahkan Satyalancana Karya Bhakti Praja Nugraha. Penghargaan ini diserahkan oleh Wakil Presiden RI Jusuf Kalla didampingi Mendagri dan berlangsung di Gedung Sasana Bhakti Praja Kemendagri RI, Jakarta, Rabu (25/4). Yang bertepatan dengan peringatan Hari Otonomi Daerah (Otda) Ke XXII Tahun 2018 ini.

Ada dua kepala daerah peraih Samkaryanugraha Parasamya Purnakarya Nugraha. Yakni Gubernur Jawa Barat dan Bupati Kudus H. Musthofa sebagai satu-satunya Bupati peraih penghargaan tertinggi ini di antara seluruh Bupati di Indonesia.

Dalam sambutan arahannya, JK mengapresiasi kinerja para peraih penghargaan ini. Menurut JK, penghargaan ini penting sebagai prestasi kinerja penyelenggara pemerintahan. Namun lebih penting adalah kemajuan daerah dan kesejahteraan masyarakat.

“Yang terpenting adalah kemakmuran dan kemajuan daerah, dengan pemerintahan yang berfungsi sebaik-baiknya,” kata Wapres.

Para peraih penghargaan, tambahnya, adalah sebagai contoh dan motivasi bagi kepala daerah yang lain. Dan tentunya sebagai wujud keberhasilan otonomi daerah yang telah berjalan selama ini sesuai aturan yang dan tujuan yang diharapkan.

“Dalam otonomi daerah ada hak dan kewajiban. Ini sebagai contoh sesuai hak dan kewajiban otonomi daerah,” imbuhnya.

Wapres menambahkan bahwa ada hal positif dan ada hal yang masih perlu perbaikan dalam otda. Daerah sudah seharusnya melakukan otonomi sesuai hak dan kewajibannya, sesuai guidance dari pemerintah pusat. Termasuk fokus untuk membangun yang diawali dari desa.

“Sekali lagi saya ucapkan, Selamat atas penghargaan ini,” pungkasnya.

Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo mengatakan bahwa untuk meraih penghargaan ini dilakukan dengan seranhkaian proses. Sehingga diperoleh para kepala daerah terbaik yang berhasil meraihnya.

“Yakni ada sekitar 700 item penilaian,” kata Tjahjo.

Sementara itu, Bupati Kudus H. Musthofa mengatakan bahwa Dia sebagai kepala daerah adalah ibaratnya dirijen. Pelaksana di lapangan adalah para Kepala OPD beserta aparaturnya.

“Dan di masa jelang akhir jabatan saya inilah fondasi yang bisa saya berikan. Tentunya saya berharap ke depan Kudus semakin baik,” kata Bupati dua periode ini.

Musthofa tidak menyebut prestasi ini sebagai akhir capaian. Tetapi pemacu senangat bagi jajarannya untuk meraih prestasi yang lebih tinggi. Tentu tujuan utamanya adalah untuk membangun Kudus dengan pelayanan terbaik dan masyarakat yang semakin sejahtera.(*)