Hari PKL berlangsung Meriah

KUDUS -Ratusan pedagang kaki lima (PKL) Kudus merayakan hari jadinya di tahun 2018 ini. Mereka memadati kawasan GOR Bung Karno Kudus untuk menggelar Gebyar PKL Kudus yang ke-5. Acara ini berlangsung dua hari, Jumat-Sabtu (5-6/1).

Bupati Kudus yang menetapkan hari jadi PKL 5 Januari 2014 lalu tetap fokus bekerja untuk masyarakat. Termasuk para PKL yang merupakan pilar ekonomi nasional melalui ekonomi rakyat ini. Dia hadir untuk menyapa dan berbaur dengan para PKL di GOR Kudus, Jumat (5/1).

Dengan perhatian yang diberikan pada para PKL ini, mereka kini telah naik kelas. Semua tentu tidak lepas dari kenyamanan yang dirasakan para pedagang. Termasuk bantuan gerobak, penataan tempat yang layak, hingga izin berjualan semua telah mereka rasakan.

Sebagaimana yang dikatakan Ketua Paguyuban PKL, Toha, mengatakan bahwa Kudus adalah surganya PKL. Bukan hanya ungkapan seorang diri, namun pernyataan ini mewakili semua PKL yang ada di Kudus.

“Kami sangat berterima kasih pada Pak Bupati (Musthofa). Kami mendapat semua fasilitas dan kenyamanan untul berjualan,” kata Toha yang dibenarkan seluruh PKL yang ada.

Yang menarik, tambah Toha, hari jadi PKL inilah yang membedakan dengan daerah lain. Di Kudus beruntung memiliki seorang bupati yang sangat perhatian penuh terhadap ‘wong cilik’. Sehingga aspirasinya didengarnya untuk diberi jalan dan solusi bagi peningkatan kesejahteraan.

“Teman-teman saya di daerah lain iri dengan semua fasilitas PKL di Kudus,” tambahnya.

Hari jadi PKL sendiri memiliki makna yang besar bagi para pedagang. Karena tanggal tersebut mereka dibagikan gerobak secara gratis hingga menenuhi area pusat kota Kudus. Mereka benar-benar berpesta menyambut hari tersebut.

Hingga kini, tiap tahun pesta tersebut tetap berlangsung. Pada gelaran tahun ini yang digelar selama dua hari ini dimeriahkan oleh hiburan musik. Masyarakat bukan hanya datang untuk mencicipi jualan para PKL. Namun bisa menikmati musik dan berbagai keindahan taman di area GOR Kudus.

Pada peringatan tahun ini diperingati dengan pemotongan tumpeng dan doa bersama. Mereka berharap mendapatkan berkah termasuk untuk kesejahteraan seluruh masyarakat dalam membangun Kudus.

Bupati Kudus H. Musthofa mengatakan bahwa seusai kepemimpinannya di Kudus, para PKL tetap mendapat tempat yang layak. Karena fondasi ekonomi rakyat telah ditanamnya salah satunya melalui para PKL ini.

“Seluruh PKL ini kekuatan ekonomi rakyat. Saya hanya ingin para PKL yang telah naik kelas ini tetap menjaga Kudus tetap bersih dan tertib. Sehingga siapapun nyaman di Kudus,” kata Bupati.

Komitmen untuk membangun ekonomi rakyat diimplementasikan secara nyata dari Gebyar PKL ini. Musthofa tidak kenal lelah bekerja untuk kesejahteraan rakyat, di tengah ramainya pemberitaan detik-detik terakhir keluarnya rekomendasi Pencalonan Gubernur dan Wagub Jateng dari PDI Perjuangan.(*)