Bupati Malang Berkunjung ke Pemkab Kudus

KUDUS- Tanda kehormatan tertinggi dari Presiden RI dianugerahkan untuk Kudus pada tahun ini. Yakni Parasamya Purnakarya Nugraha sebagai satu-satunya Pemkab Terbaik dalam Penyelenggaraan Pemerintahan, dari seluruh Pemkab dan Pemkot yang ada di Indonesia.

Inilah yang membuat Bupati Malang Jatim Dr. H. Rendra Kresna tertarik dan datang untuk belajar ke Kudus. Bupati Malang yang hadir bersama seluruh kepala OPD tersebut diterima Bupati Kudus H. Musthofa di pendopo kabupaten, Senin (7/5).

Rendra menyebut bahwa Kudus sangat menginspirasi. Dengan berbagai kemajuan yang ada, Kudus sangat tepat dijadikan sebagai tempat belajar dan memotivasi seluruh jajarannya untuk berinovasi sebagaimana di Kudus.

“Kami datang ke Kudus untuk mereplikasi atau mencontoh berbagai kemajuan yang telah dicapai Pak Musthofa Bupati Kudus,” kata Rendra.

Mengapa harus Kudus? Pasalnya tahun ini Kudus merupakan satu-satunya kabupaten dari seluruh kabupaten dan kota se Indonesia, yang berhasil mendapatkan anugerah/penghargaan tertinggi yakni Parasamya Purnakarya Nugraha dari Presiden RI. Itu merupakan buah dari upaya serius dari Bupati dan jajarannya.

“Tidak mungkin penghargaan ini ada secara tiba-tiba. Tetapi berkat upaya serius dalam pelayanan publik dari Pak Bupati dan jajaran Pemkab Kudus,” tambahnya.

Dengan wilayah yang hampir empat kali lebih luas dari Kudus, Rendra ingin mengaplikasikan berbagai kemajuan dan inovasi untuk kemanfaatan bagi warganya. Mulai dari pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan berbagai sektor lain untuk peningkatan kesejahteraan dan kemajuan Kabupaten Malang.

Bupati Kudus H. Musthofa bersama sekda dan seluruh kepala OPD-nya, menyambut hangat kunker ini. Dikatakannya bahwa kegiatan ini adalah saling bertukar informasi untuk kemajuan bersama. Karena tentu ada hal-hal positif yang bisa saling diserap.

“Tugas utama dari pemerintah adalah untuk kesejahteraan. Ini bisa terwujud dengan berbagai program dan gagasan out of the box,” kata Musthofa yang menilai bahwa Parasamya adalah berkat kerja bersama para OPD-nya.

Musthofa menambahkan bahwa kemajuan sebuah daerah bukan hanya bergantung pada APBD. Melainkan bisa dengan memberdayakan pihak lain. Seperti sekolah vokasi yang dibangun memenuhi tuntutan kebutuhan industri global yang semua pengembangannya dikerjasamakan dengan perusahaan.

“Kami bangga ketika anak-anak kami, lulus SMK tidak mencari kerja. Tetapi mereka yang dicari perusahaan. Dan rata-rata mereka belum lulus sudah di-booking perusahaan,” imbuhnya.

SMK dimaksud adalah 14 sekolah yang dikembangkan dengan pihak ketiga. Diantaranya sekolah animasi, kuliner, maritim, engineering, fesyen, kecantikan, serta komputer dan jaringan (IT).

Selain itu, sektor ekonomi juga ditata baik. Adanya pelatihan keterampilan yang didukung permodalan usaha, serta pemasaran, kini UMKM di Kudus tumbuh secara baik. Sedangkan untuk kesehatan, warga Kudus gratis berobat di kelas III RS serta dipermudah dengan aplikasi K-119 untuk kegawatdaruratan.

“Maka, kami memberikan reward dengan tambahan penghasilan pegawai tertinggi di Jateng berkat kinerja yang terbaik. Kinerja OPD terlihat melalui aplikasi MENARA,” pungkasnya yang berharap semua bisa memberikan manfaat bagi masyarakat luas.(*)